Petugas menemukan jasad seorang pemuda yang tergulung ombak di Pantai Barat Pangandaran. Pria bernama Deni (20) itu hilang tenggelam pada Selasa (4/1).
Kasat Polairud AKP Sugianto mengatakan upaya pencarian Deni di Pantai Barat Pangandaran sudah berlangsung selama tiga hari. "Pagi ini korban sudah ditemukan dan langsung dievakuasi," kata Sugianto, Kamis (6/1/2022).
"Korban ditemukan dalam kondisi yang utuh, tepat lokasi awal hilang," ucap Sugianto.Warga asal Banjarsari, Kabupaten Ciamis, itu ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di depan Pos 5. Padahal, saat melakukan pencarian, petugas sudah menyisir area pesisir laut Pantai Barat Pangandaran.
Jenazah Deni langsung dievakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah itu, jenazahnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Sumber: DetikNews
SEBELUM MENINGGAL TENGGELAM, DENI PAMIT DAN MENANGIS DI KAKI IBUNYA

Diketahui, korban bernama Deni Mardiansyah (24) putra ketiga ibu Martini (50) warga RT 3/1 Dusun Sindangtawang, Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Korban, dinyatakan tenggelam pada Selasa (4/1/2022) sore pukul 17:30 WIB, setelah melakukan berenang di lokasi larangan depan pos 5 pantai barat Pangandaran.
"Dia, pamit dan nangis dulu di kaki Saya. Katanya, minta maaf karena selama ini saya tidak bisa membahagiakan mamah, terus mau berangkat semua saudaranya disalamin (bersalaman)," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan disekitar pos 5 pantai barat Pangandaran, Rabu (5/1/2022) siang.
Namun saat korban berangkat dari rumahnya di Banjarsari, pihak keluarga tidak mempunyai kecurigaan sedikit pun.
"Saya tidak curiga apa-apa, dua hari pamit pergi kerja tahu tahunya kemarin (4/1/2022) sore saat magrib ada kabar kata anak Saya kesini (pantai barat Pangandaran) renang dan terseret arus laut," katanya.
Dari Banjarsari, ungkap Martini, dia itu pamit mau pergi ke rumah ibu tirinya di Kalipucang.
"Dia anak ketiga putra Saya, ini kedua (anak kedua yang mendampingi) dan kakaknya paling tua perempuan," ucapnya sembari menangis.
Sebelumnya, kata Martini, anaknya kerja di satu hotel di Pangandaran. Tapi, karena Pandemi Covid-19 ada pengurangan karyawan.
Kesehariannya, dia seorang anak yang pendiam dan selalu diam di rumah tidak ingin pergi kemana mana.
"Orangnya kurang gaul gitu. Anak saya ini, mungkin broken home, dia itu selalu bilang hidupnya itu gara-gara mamah sama ayah," ujar Martini menirukan kata-kata yang pernah disampaikan anaknya.
"Katanya, kenapa mamah sama ayah sampai cerai. Dia itu, sebenarnya, ingin saya dan ayahnya balikan lagi. Tapi, udah gak mau."
Kini, ia berharap anak bungsunya bisa cepat ditemukan meskipun dalam kondisi meninggal.
"Saya sekarang, nunggu kabar sampai pencarian hari ini selesai. Mudah-mudahan bisa ketemu," ucap sedihnya.
Tim SAR Gabungan Diterjunkan
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Barat Pangandaran.
Korban bernama Deni Mardiansyah (24), warga RT 3/1 Dusun Sindangtawang, Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa barat.
Korban dinyatakan tenggelam pada Selasa (4/1/2022) sore pukul 17:30 WIB, saat berenang di depan pos 5 Pantai Barat PaPangandaran.
Sumber: TribunNews