Monyet itu mencuri telur ayam hingga menyerang dan melukai ternak seperti ayam, kambing dan domba. Teror monyet liar ini terjadi sejak Oktober lalu lalu semakin menjadi-jadi.
Bahkan sempat beredar kabar monyet itu jadi-jadian atau siluman. Lantaran tidak ada yang mengetahui asal usul monyet liar itu. Namun dengan adanya bukti seekor monyet yang berhasil dilumpuhkan, kabar yang beredar itu bisa dipatahkan.
Dedi menjelaskan, perburuan monyet gencar dilakukan sejak Jumat pekan kemarin. Mengingat perilaku monyet itu sudah sangat meresahkan, menyerang ternak. Sehingga warga mengalami kerugian.
"Total kerugian warga yang hewan ternaknya mati karena ulah monyet ini total mencapai sekitar Rp 45 juta," jelasnya.
Dengan dilumpuhkannya monyet itu, Dedi berharap tidak ada lagi warga yang mengalami kerugian karena ternaknya mati oleh ulah monyet. Warga pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh isu yang tidak jelas."Monyet berhasil dilumpuhkan hari kemarin sore (Selasa). Jadi kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan kepolisian. Selanjutnya monyet itu dikuburkan," ucapnya.
"Sampai saat ini kami pun belum mengetahui asal usul monyet ini. Karena warga disini tidak ada yang pelihara monyet. Di wilayah kami pun tidak ada hutan besar seperti Karangkamulyan atau sejenisnya," pungkasnya.
(mud/mud)