Sebuah tempat peribadatan umat muslim (mushola), dan pertokoan milik Pondok Kasepuhan Thoriqot Naqsabandiyah Kholidiyah, yang berada di kaki Gunung Syawal, tepatnya di Dusun Sarop, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dirusak puluhan warga setempat.
Pengrusakan bangunan tersebut, diduga dipicu kurangnya sosialisasi dari pihak pondok kasepuhan terhadap warga. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Muspika Cikoneng masih terus melakukan negosiasi perdamaian diantara kedua belah pihak.
Menurut keterangan yang diperoleh HR, aksi pengrusakan tersebut merupakan puncak dari kekesalan warga. Menurut warga, setelah 14 tahun lamanya, pondok kasepuhan yang dipimpin Abah Irfai Nahrowi, tidak menunjukkan itikad baik, bahkan tidak melakukan sosialisasi dengan warga sekitar.
Utang Tarsono, Tokoh Masyarakat setempat, Sabtu (30/11), mengatakan, hubungan kedua belah pihak selama ini tidak harmonis. Warga kerap menuntut agar pihak pondok kasepuhan bisa berbaur dengan warga. Namun karena tak pernah digubris, akhirnya warga berunjukrasa, mendesak agar Pondok Thoriqot Nasqabandiyah Kholidiyah, segera angkat kaki dari Desa Darmacaang.
Lantaran kesal keinginan warga tida ditanggapi pihak Pondok tersebut, akhirnya puluhan warga Darmacaang berbuat anarkis, melempari tempat ibadah milik pondok dengan batu. Tak hanya itu, warga pun langsung merusak bangunan pertokoan milik pondok.
Sementara itu, pengurus Pondok Kasepuhan yang juga dikenal pondok Atas Angin, Ayatullah Atabik Janka, mengakui, jika hubungan pihak pondok dengan masyarakat setempat kurang harmonis. Namun pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak yang berwajib.
Hingga saat berita ini diturunkan, suasana di lokasi masih mencekam. Satuan Dalmas Polres Ciamis masih bersiaga di lokasi. Sementara itu, Polres Ciamis dan Muspika masih berupaya melakukan negosiasi perdamaian dengan kedua belah pihak. (Entang/R4/HR-Online)