Wilujeung Sumping di Blog GeegleHayoO

Cerita Menakjubkan Seorang Ibu yang Memiliki Anak Indigo

6 min read
chaklyraflesia Saya tak pernah menduga jika lelaki kecil yang selalu saya peluk tiap saat adalah anak indigo.

Semua bermula di usia Iioo memasuki 20 bulan, ketika Iioo sudah bisa bicara dengan mengucapkan berbagai kosakata. Iioo suka dengan tiba-tiba menunjuk pada hal-hal yang aneh.

"Itu siapa, Ma?" tanya Iioo tiba-tiba sambil telunjuknya mengarah pada kursi kosong.

Pertanyaan yang sama sering ia lontarkan berkali-kali dengan menunjuk pada lemari, tangga, hingga atap rumah. Di lain waktu, Iioo akan bertanya, "Itu lagi apa, Ma?" Sambil menunjuk pada pohon atau gerbang rumah.

Awal mulanya saya ketakutan melihat apa yang ditunjukkan Iioo. Saya pun berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutan yang saya rasakan pada Iioo. Apa yang terjadi pada Iioo cukup mengkhawatirkan bagi kami, suami dan saya.

Adalah salah satu teman saya yang pertama kali mengatakan kalau Iioo adalah anak indigo. Dari penuturannya, ciri-ciri yang ditunjukkan Iioo adalah yang sering dialami anak indigo. Saya cukup terkejut mendengarnya. Tapi, saya tak bisa menyangkal karena teman saya juga adalah seorang anak indigo. Di pertemuan yang lain, saya bertemu dengan Dave dari DF Clinic, dia pun mengatakan hal yang sama tentang Iioo. Dan omongan dari seorang ustaz teman mama saya pun menutup serangkaian 'pencarian' saya atas apa yang terjadi sama Iioo.

Anak saya seorang anak indigo.

Saya pun mencari segala macam referensi tentang anak indigo ini.

Anak indigo (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural - Wikipedia

Mama pasti penasaran, seperti apa sih anak indigo itu? Baik, akan saya ceritakan sepotong kisah tentang keseharian Iioo, anak indigo.

Adalah biasa, sewaktu-waktu Iioo berteriak atau berkata-kata seperti ini.

"Kakak jangan main di tangga!" hardik Iioo tiba-tiba.

"Ma, tangannya mana? Kepalanya mana?" tanya Iioo dengan wajah mengkerut.

Saya menarik napas panjang ketika mendengar pertanyaan-pertanyaan 'aneh' itu. Yang saya lakukan adalah mendekatinya dan mengatakan, "Iioo kalau lihat yang seperti itu, ngomongnya ke Mami saja, ya. Jangan ke Bunda, jangan ke teman. Ke Mami saja, ya."

Mama tahu kenapa saya memintanya demikian? Ya, saya takut kalau Iioo akan dijauhi oleh teman-teman yang nggak bisa menerima perbedaannya. Saya nggak mau Iioo dipandang aneh oleh orang lain atau teman-temannya hingga kemudian ia akan dikucilkan, atau menjadi

sasaran bully . Seakan mengerti dengan ucapan saya, Iioo tidak lagi mengucapkan hal-hal tersebut pada orang lain.

Walaupun saya sudah memahami apa yang terjadi dengan Iioo, tapi tetap saja, seringkali saya dibuat merinding oleh apa yang ditunjukkan Iioo secara spontan.

Pernah sekali waktu, ia menolak tidur di kamar yang biasanya ditempati, karena ada tante di sana. Nggak hanya itu, ia pernah nggak mau tidur karena di langit kamar ada ular besar, dan ia mengoceh sendiri layaknya sedang mengobrol dengan teman. Itu pun berhenti karena saya bilang pada ular itu, "Ular mainnya besok lagi, ya, Iioo mau bobo." It works, Iioo pun berhenti ngobrol dan akhirnya tertidur.

Ketika saya lagi bekerja, tiba-tiba Iioo mengatakan, "Om, permisi, Iioo mau lewat."

Padahal di sana tidak ada siapa pun selain saya.

Can u imagine what I felt?

Mama, anak indigo bukanlah sekadar mereka bisa melihat hal-hal tak kasat mata, tapi lebih dari itu.

Iioo selalu bisa membuat saya merasa teduh dan memiliki seorang teman. Di usianya yang masih 2,5 tahun, bagi saya, ia terasa 'lebih' dari anak seumurannya.

Saat saya merasa sedih, ia akan datang menghampiri dan mengatakan, "Yu, Mami kaseep."

Lalu, ia mengajak saya berdiri dan berjalan ke belakang melihat ikan. Ia seakan selalu tahu bahwa maminya tengah gundah. Ini berkali ia lakukan, Ma, dan itu membuat saya merasa spesial,

melted, and you name it.

Mama tahu, saya tidak terlalu khawatir ketika Iioo sakit atau jatuh. Perkara fisik, ia mudah sembuh lebih cepat dari dugaan. Barangkali, bagian ini terasa agak sulit saya jelaskan, tapi itu nyata. Saya pertama kali melihatnya pun antara tak percaya dan takjub. Tapi, lambat laun saya pun terbiasa.

sumber : higher journeys

Bahwa anak indigo kemampuan berpikir lebih dari anak seumuran adalah benar adanya, Ma. Saya tak bisa memungkiri ada perasaan senang yang melingkupi, ketika mendapati hasil evaluasi belajarnya bagus. Bahkan bisa dibilang, ia setara dengan anak 2-3 tahun di atasnya.

Tapi, tahu nggak sih, Ma, di satu sisi saya harus tetap memandang anak saya sebagai anak normal. Saya nggak ingin memaksakan belajar apa-apa sebelum waktunya, hanya karena ia dianggap mampu atau memiliki kepintaran di atas rata-rata. Saya ingin Iioo tetap menjalani segala sesuatu sesuai waktu.

Tapi ...

Di sisi lain, saya harus mengawasi dan mendampingi Iioo lebih ekstra, karena ia nggak boleh sampai bermain sendiri. Apalagi jika ia sedang bersama orang lain, temannya atau bundanya. Saya takut kalau sampai ia mengucapkan kalimat yang membuat mereka khawatir. Dan saya pun memutar otak untuk menemukan cara penyampaian alasan kuat untuk menolak memasukkan Iioo ke Play Group kecil.

Ada banyak kejadian yang sering membuat hati ini luluh, dan menimbulkan riak kecil di sudut mata.

Sekali waktu saya pernah mendengar Iioo berdoa, "Ya Allah, ampunilah dosaku, dan dosa kedua orangtuaku dan sayangilah seperti mereka menyayangiku sewaktu kecil."

Hati mana yang nggak akan luluh, dan air mata mana yang nggak akan tumpah mendengar ucapannya, Ma?

Iya, ia anak saya, anak indigo yang mengucapkan doa tulus itu. Walau saya tahu itu adalah doa yang Iioo sering dengar dari kami, tapi tetap saja saya merasa senang mendengar ia bisa berdoa sepanjang itu.

Pernah satu waktu, di siang hari yang terik, saya bertemu dengan mereka yang ternyata memiliki kemampuan seperti Iioo juga. Jangan ditanya betapa bahagianya saya bertemu dengan mereka. Beberapa di antaranya menghampiri saya hanya untuk mengatakan, "Tante, Iioo itu istimewa."

Betul. Anak indigo atau bukan, Iioo akan selalu menjadi yang teristimewa, paling berharga dibandingkan berlian termahal.

Iioo membuat kepribadian saya berubah. Yang dulunya mudah takut, sekarang menjadi lebih tegar dan pemberani. Bagaimanapun, saya adalah Mami Iioo, role model-nya. Saya adalah tempat bertanya Iioo, tempat ia bertanya, "Kenapa tante itu sedih?" atau saat tiba-tiba ia tertawa ala nenek sihir yang entah pernah dilihatnya atau didengar dari mana.

Saya kerap menarik napas panjang ketika mengalami hal itu dan berusaha untuk memvisualisasikan apa yang diucapkannya menjadi sesuatu yang baik.

Saya sadar memiliki anak dengan sebuah keistimewaan bukanlah keinginannya, ataupun keinginan kami sebagai orangtua. Akan tetapi ini merupakan suratan takdir yang harus dijalani. Tak selamanya bakat istimewa seorang anak indigo ini dapat diterima oleh orang lain, apalagi untuk anak seusia Iioo yang memiliki keistimewaan salah satunya di pancaindra. Saya pun menyadari bahwa Iioo kelak akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kelebihan yang dimilikinya, dan sebagai orangtua saya pun berlajar untuk selalu memahaminya.

sumber : awakening people

Sekarang yang saya butuhkan adalah melatih diri ini untuk terus memvisualisasikan apa yang Iioo katakan menjadi sesuatu yang baik.

Too bad, it's not an easy one!

Saya berusaha untuk lebih banyak sabar, kadang kala tidak mengerti apa yang Iioo mau, tidak mudah menahan emosi ketika ia dikuasai rasa ingin tahu yang berlebihan, atau melakukan sesuatu yang agak aneh. Tapi, ketika saya berhasil melakukan hal-hal tersebut, maka hati ini terasa teduh.

Untuk Mama di luar sana yang juga memiliki anak indigo, jangan pernah berkecil hati, buang jauh-jauh perasaan buruk yang menghinggapi karena kelebihan anak-anak kita. Saya tahu memang ini nggak mudah untuk dilewati, terus berusaha dan belajar, Ma. Ini juga yang saya lakukan sekarang ini.

Kelak, jika Mama maupun anak-anak Mama menemui anak indigo di sekolah ataupun di mana saja, tolong jangan bully mereka. Kelebihan yang mereka miliki bukanlah atas permintaan mereka. They're just blessed, and that's it!

Mama, ini hanyalah sebagian kecil kisah anak saya, Iioo, seorang anak indigo. Masih banyak hal yang kemudian saya putuskan untuk disimpan sendiri, tak ingin saya bagi, tentang patahan-patahan kata ngeri.

Well, when you have an indigo child your life is getting more colorful I think.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, seorang anak adalah hal teristimewa dalam hidup kita. Betul?

Peluk dan kecup untuk anak-anak indigo di mana pun mereka berada.

Bersyukurlah Jika Semua Orang Bisa Tertawa Dan Senang Karena Kebodohanmu, Daripada Menjadi Orang Pintar Tetapi Selalu Menyusahkan Semua Orang...

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Anda Bebas Berpendapat!
((
___; )
(6