Awas! Permainan Baru "Skip Challenge" sangat Berbahaya

Geegle  HayoO
foto remaja sedang bermain Skip Challenge

Skip challenge, permainan berbahaya yang sedang menjadi tren di kalangan remaja.
"Mengapa remaja ketagihan melakukannya?"
Remaja memang suka dengan hal-hal yang baru bahkan kata lain sebagai Jeleknya disebut "Jondol".

Saya rasa orang yang melakukan sesuatu hal tanpa berfikir panjang (Akibat, Dan Pengaruh) ia adalah Orang yang "Bodoh" untuk diri sendiri.

Saat ini video tentang remaja yang bermain skip challenge sedang viral di berbagai media sosial. Skip challenge, atau dikenal juga dengan istilah pass-out challenge atau seven minutes to heaven, umumnya dilakukan oleh dua orang anak remaja atau lebih.
Sebelum memulai permainan, seorang anak diizinkan mengambil napas dalam beberapa kali. Setelah itu, ia diminta bersandar ke dinding, lalu dadanya ditekan oleh anak yang lain. Dadanya ditekan sekeras-kerasnya, selama beberapa menit. Kalau anak itusudah kesulitan bernapas, tekanan di dada akan dilepaskan.

Permainan ini jelas sangat berbahaya, karena menyebabkan otak tidak mendapatkan oksigen selama beberapa menit. Hal ini bisa mengakibatkan keluhan ringan seperti sakit kepala atau pusing. Bahkan tak jarang juga menyebabkan kejang dan kehilangan nyawa.
Sebenarnya permainan ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan tentunya, telah menelan banyak korban. Meski demikian, mengapa masih banyak remaja yang ketagihan melakukannya?

1. Merasakan sensasi melayang
Saat otak mulai kekurangan oksigen, akan muncul sensasi pusing dan melayang. Bila permainan dihentikan, rasa pusing dan melayang akan hilang dalam waktu yang tidak lama.
Hal ini terasa menyenangkan bagi remaja. Beberapa orang mengatakan bahwa sensasi tersebut mirip dengan keseruan yang dirasakan saat menaiki roller coster. Sensasi tubuh melayang inilah yang menjadi alasan banyak remaja ingin melakukannya lagi, dan lagi.

2. Memicu adrenalin
Saat dada ditekan sekeras-kerasnya dan otak mulai kekurangan oksigen, tubuh akan mengeluarkan adrenalin dalam jumlah besar. Kondisi ini disebut adrenaline rush, yang menyebabkan seseorang merasa sangat energik dan gagah bila melakukan permainan tantangan ini.

3. Menyebabkan Euphoria
Adrenaline rush menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon endorfin, yaitu suatu hormon yang struktur kimianya memiliki kemiripan dengan morfin. Hormon endorfin ini menimbulkan perasaan bahagia dan euphoria.

4. Perilaku copycat
di kalangan remaja
Secara psikologis, anak berusia 10- 17 tahun senang meniru dan mengikuti hal yang dianggap keren oleh dirinya. Aksi skip challenge yang sedang tren ini terasa menarik untuk ditiru oleh remaja. Apalagi saat permainan ini menjadi viral di media sosial, remaja menjadi semakin tertantang untuk mencobanya.
Skip challenge memang sangat sensasional dan membuat para remaja ketagihan melakukannya. Agar anak terhindar dari bahaya, maka orangtua harus waspada dan mampu mencegah anak mencoba permainan berbahaya ini

Berlangganan Postingan Terbaru GeegleHayoO Gratis!

Tidak Ada Perbincangan Ke "Awas! Permainan Baru "Skip Challenge" sangat Berbahaya"

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Berkomentar jika :
1. Ada Pertanyaan
2. Ketidak Pahaman
3. Artikel Salah
4. Beri Masukan
5. Mengucapkan Terima Kasih!

Awas Komentar Jahat / Spam akan kami Ledek sebagai Orang Gila
((
___; )
(6