Tahu bulat digoreng dadakan dimobil , lima ratusan gopean ~ Mungkin kamu tidak asing lagi dengan lirik tersebut . Tahu bulat siapa sih yang tidak tau dengan jajanan yang enak dan murah yang satu ini.
SEJARAH TAHU BULAT
Orang Ciamis Patut Bangga, Ini Dia Sejarah Tahu Bulat !!!
Kuliner Tahu bulat sudah menjadi makanan cemilan bagi masyarakat luas saat ini. Tak heran kini pedagang tahu bulat sudah menyebar dimana – mana hingga keluar daerah bahkan di Nusantara.
Jika ditelisik menurut sejarahnya terdapat beberapa versi yang menyebutkan asal usul tahu bulat. Saat analisaglobal.com menemui pengrajin tahu bulat “Dua Mustika” milik Maman mengatakan, bahwa pelopor tahu bulat sebenarnya adalah Yayat Hidayat (48) yang ketika itu bekerja di pabrik tahu Bandung yang bentuk tahunya mirip tahu Sumedang milik kakaknya bernama Yeyet (Alm) di daerah Kutoarjo – Jawa Tengah. Katanya.
Merasa tertarik dengan hal tersebut, analisaglobal.com pun bergegas menemui Yayat Hidayat dirumahnya yang beralamat di Dusun Buniasih, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Ketika ditemui Yayat Hidayat menuturkan, tepatnya pada tahun 1998 karena dampak krisis moneter, tahu biasa buatan Yayat Hidayat yang di produksi dipabrik tahu kakaknya mengalami kegagalan. Atas hasil rempugan dengan keluarga daripada tahu yang gagal itu di buang lebih baik di olah lagi dengan campuran telor dan bumbu lainnya. Lalu di jual lah tahu olahan yang baru itu ke pasar dan akhirnya habis terjual. tuturnya
“Bahkan konsumen di pasar pun merasa aneh dengan tahu yang berbentuk bulat, dan akhirnya Dirinya (Yayat Hidayat-red) merubah produksi tahu dari yang biasa berbentuk persegi menjadi bentuk bulat dan dijual ke pasar dengan tahu bulat sudah matang. Namun tetap masih kurang laku juga.” Jelasnya
Yayat Hidayat juga menambahkan, Singkat cerita pada tahun 2003 Yayat Hidayat pulang kampung ke Ciamis lalu mempraktekan produksi tahu bulat di rumahnya, saat itu masih di kerjakan secara manual dengan menghasilkan tahu bulat sebanyak 2 – 4 papan. Dan di pasarkan sendiri ke pasar – pasar terdekat seperti Pasar Subuh Ciamis, dan Pasar Kawali dengan harga pabrik Rp. 180 per butir tahu bulat matang. Imbuhnya

Yayat juga menerangkan, Karena sejak kecil sampai dewasa lama tinggal di Kutoarjo, Dirinya tidak mengenal pangsa pasar di daerah Ciamis, hingga akhirnya meminta bantuan modal kepada kakaknya Adang, sampai Adang sendiri membuka celengan miliknya. Hingga pada tahun 2007 akhirnya bisa menyuplai tahu setengah jadi untuk di olah menjadi tahu bulat ke Adang di Tasikmalaya dengan kapasitas 10 ton kacang kedelai perhari. Ungkap Yayat Hidayat
“Dengan semakin maraknya pabrik tahu bulat di daerah Jelat dan Cipaku yang hingga saat ini hampir 30 pengrajin. resep tahu bulat Miliknya banyak di pakai di beberapa pabrik daerah tersebut. Namun dengan hal itu, dari para pengrajin beberapa pabrik tahu bulat ada sedikit partisipasi sebagai tanda terimakasih kepada Dirinya.” Ujarnya
“Untuk saat ini karena sudah merebaknya pengrajin tahu bulat dimana – mana, kapasitas produksi yang setiap pabrik membutuhkan kacang kedelai rata – rata 2 ton per hari.” Jelasnya.
Untuk selama ini, sistem pemasaran tahu bulat hingga merambah ke beberapa daerah di Indonesia, dilakukan dengan sistem keagenan.
Di akhir ceritanya Yayat Hidayat mengatakan, “dengan temuan resep tahu bulat, Ia merasa bersyukur dan senang karena bisa menjadi terkenal sebagai makanan cemilan khas Ciamis. Apalagi dapat menambah pengrajin sekaligus memberdayakan banyak orang untuk mengais rejeki dari tahu bulat walaupun Dirinya sendiri tidak memiliki pabrik tahu bulat.” Pungkasnya.***Goez/A. Yayat H