Leweung Tungkek Cioray-Cibeunying Ciamis dulunya Tempat untuk Bunuh Diri

Ciamis Horror - Kalau misalkan kita jalan-jalan ke Ciamis, Hati-hati jangan sampai kalian kesasar ke Leweung Tungkek ini.

"Emangnya ada apa dengan Leweung Tungkek?"

Mungkin jika kalian bukan orang Sunda, pasti mendengar nama TUNGKEK itu biasa saja. Namun, Bagi orang sunda ini sangat menyeramkan.

"Apa Tungkek itu adalah kata dari bahasa Sunda?'

Sebenarnya bisa disebut iyaa atau bukan juga sih, hehey gimana sih???

/6
___; )
\(

Yaa Pasalnya, Tungkek ini adalah sebuah singkatan dari bahasa sunda yang secara lengkapnya adalah "Gantung Nyeukek". Dalam bahasa Indonesia artinya "Gantung Cekik" atau kalau lebih jelasnya "Gantungan Mencekik".

Ilustrasi Gantung Diri

Gimana? Sampai disini sudah merinding ngak dengernya?
Ngak yaa?
/6
___; )
((


Okay, Chakly akan buat kalian merinding yaa!   Jadi sesuai namanya, Leweung artinya Hutan dan Tungkek = Gantung Nyeukek jadi sudah sangat jelas bahwa ini adalah "Hutan tempat orang-orang yang membunuh dirinya dengan cara Gantung Diri".

Lokasi Leweung Tungkek

Lokasi leweung Tungkek ini berada diantara sebuah kampung di Ciamis. Kampung-kampung yang dekat dengan Leweung Tungkek ini adalah Kampung Cibeunying dan Cibungkul.

Ke angkeran Leweung Tungkek

Coba bayangkan bagaimana tidak menjadi angker Leweung Tungkek ini karena tempat ini menjadi tempat orang melakukan bunuh diri. Naah disaat seperti itu Jin pun memanfaatkan keadannya untuk menakut-nakuti manusia dengan cara sama yang terjadi pada orang yang meninggal. Termasuk di Leweung Tungkek ini, warga cibeunying sering melihat aktifitas misterius di Leweung Tungkek. Karena dari Kampung Cibeunying tonggoh khususnya, Leweung Tungkek itu terlihat jelas dari kejauhan.

Seperti yang di alami oleh Pallo (nama samaran) ia mengatakan pernah merasakan keangkeran di leweung tungkek tersebut. kejadiannya, Kala itu Pallo sedang mencari kayu bakar di hutan kontrak yang lokasinya tidak jauh dari leweung tungkek. Selain pallo, memang banyak warga juga yang sering mencari kayu bakar ke Kontrak, Karena Hutan kontrak banyak di tumbuhi Pohon jati. Dan pohon jati memang sering menjatuhkan Rangrang (Rantingnya) apabila sudah kering dan tidak ditumbuhi daun.

Tak seperti warga lain yang menghindar untuk tidak menginjak hutan tersebut, Karena semua warga kampung cibeunying, cioray, dan cibungkul sudah tahu tentang leweung tungkek tersebut. Namun berbeda dengan Pallo, karena ia tinggal di kampung sebrang atau mungkin pallo tidak mengetahui leweung tungkek.  Setelah Pallo memutuskan untuk pulang dan menyudahi pencarian kayu bakarnya, Diperjalanan ia merasa lelah dan ia memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Hari mulai gelap sekitar jam 17:30, Karena ia merasa tidak memungkinkan lagi untuk membawa kayu bakarnya dengan alasan harus jalan cepat supaya tidak keduluan gelap.   Saat kebingungan berfikir, Pallo melihat sebuah Saung dan ia pun sangat senang karena ia punya dua harapan "Kalau ada orangnya aku bakal ikut nginep, Kalau ngak ada kayu bakar bakalan aku taro disini"  dalam fikir Pallo sambil berjalan mendekati saung.

Setelah sampai ia mulai menengok-nengok dan sesekali berbicara untuk memastikan apakah ada orang atau tidak di dalamnya.  Karena tidak ada jawaban, ia langsung kembali mengambil kayu bakarnya untuk disimpan di Saung sini.  Belum sampai melangkah tiba-tiba terdengar suara dari dalam saung!!!!

"Arek naon sia?"

Suara itu terdengar seperti suara kakek-kakek yang menggunakan basa sunda yang artinya adalah "Mau apa kamu?".    Tanpa berfikir panjang, Pallo langsung menceritakan masalahnya karena mendengar suara manusia jam 15:30 di hutan saja ia sangat senang.  dan pallo pun memilih untuk ikut menyimpannya saja dan suara misterius itu mengizinkannya.

"Sok bawa kadieu (Silahkan bawa kesini)"

Suara itu kembali bicara. dan Pallo pun bergegas mengambil kayu bakarnya.   Saat sudah kembali mengambilnya, Pallo sangat terkejut melihat sosok wanita-wanita cantik yang menghadangnya dari arah menuju saung tadi. Wanita tersebut mengajak pallo untuk ikut dengannya, Dan pallo pun bingung dengan penuh rasa Cinta dan sedih karena wanita tersebut adalah wanita-wanita yang pallo sayang namun semuanya sudah Meninggal.

Pallo mengira bahwa ia sedang bermimpi, Namun ia berusaha mengingat kembali dimana ia berawal dan berakhir dari sadarnya. tetapi ia rasa ini bukan mimpi, Aku bisa mengingat dan merasakan semuanya.   Pallo pun mulai bertanya pada wanita-wanita tersebut, Siapa dan sedang apa disini.

Dan jawaban yang mengejutkan keluar dari bibir-bibir wanita tersebut bahwa, Semua yang mereka katakan itu sama persis dengan wanita yang meninggalkan Mati Pallo.  Wanita-wanita tersebut adalah mantan dan teman Pallo dulu. dan mereka terus saja menggoda Pallo supaya ia ikut dengannya. Pallo pun sangat menerima dan sangat ingin mengikuti wanita-wanita tersebut.

Pallo kalau mau ikut harus pake ini dulu, Kata mereka.   Pallo pun melihat benda yang ditunjunkan mereka.   "Sebuah tali?"    tanya Pallo.     "Yaa ini adalah Tali untuk kamu pakai di leher, Supaya kita tidak bisa berpisah lagi selama-lamanya"     kata mereka.

Saat Pallo mulai memasukan kepalanya kedalam tali yang sudah membentuk lingkaran yang terhubung ke leher-leher lain wanita tersebut,   Tiba-tiba muncul sesosok kakek yang sembari berkata :
   "Entong jang, eta teh jin anu rek ngusrukeun kana jalan Syetan.  Pan ceunah rek milu nunda eta suluh di saung aki,  Ke bisa balik jung tereh ka imah karunya anak pamajikan nungguan diimah! ( Jangan Nak, Sesungguhnya itu jin yang akan menjerumuskanmu ke jalan Syetan, Katanya mau nyimpeun kayu bakar itu di Saung kakek dan kamu bisa pulang dengan cepat. Kasihan anak dan istrimu menunggu di Rumah)"

Saat mendengar ucapan kakek itu, Pallo langsung mengingat anaknya yang sebelum berangkat mencari kayu bakar ia berpesan,
"Pak upami aya langlayangan ala nya pak, Mun meundak langlayangana seg awon mah enging bisi hese! Beutot atawa arah we Geulasana nya pak"

Setelah itu Pallo mengucapkan Istigfhar dan meminta ma'af pada anak dan istrinya  "Astagfhirullah Nak, Mah ma'afkan bapak"    katanya sambil menangis.

Dan seketika semuanya wanita-wanita termasuk si kakek itu menghilang dari pandangannya. Seolah terbangun dalam mimpi tapi itu nyata sekali.

Naah dari kisah Pallo tersebut, dapat disimpulkan bahwa :

Manusia harus berhati-hati dalam mengendalikan Emosianal, Kesedihan, Kekecewaan, Depresi, dan hal buruk lainnya yang akan membawa kita ke jalan salah. Karena dibalik itu, Setan dan Jin selamanya akan menggoda manusia bukan semata-mata perasa'an buruk itu datang dari diri sendiri tetapi dimulai oleh Setan dan disetujui oleh hawa nafsu kita yang lemah iman.   Maka mari kita seringkan berdo'a pada Allah SWT untuk mencari jalan yang Benar. Dan hapus fikiran-fikiran yang akan menyesatkan kita sebelum kecewa dengan siksa pedih Neraka di Akherat kelak.

Naudzubillah...

Sekian dulu Postingan Chakly hari ini 7-Juli-2017. Nantikan posts menarik lainnya yang lebih seru untuk dibaca.

Berlangganan Postingan Terbaru GeegleHayoO Gratis!

Tidak Ada Perbincangan Ke "Leweung Tungkek Cioray-Cibeunying Ciamis dulunya Tempat untuk Bunuh Diri"

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Berkomentar jika :
1. Ada Pertanyaan
2. Ketidak Pahaman
3. Artikel Salah
4. Beri Masukan
5. Mengucapkan Terima Kasih!

Awas Komentar Jahat / Spam akan kami Ledek sebagai Orang Gila
((
___; )
(6