Jangan Berani-berani Mengambil Amplop Berwarna Merah yang tergeletak di Jalanan

Ketika  seorang  pria  yang  sudah  beristri  jalan-jalan  pada  malam  hari  di  Taiwan,  tanpa  sengaja  ia  melihat  amplop  merah  di  jalanan  dan  mengambil.

Dia  berniat  untuk  menyerahkan  ke  kantor  polisi  setempat,  namun,  tak  disangka  ia  nyaris  menikah  dengan  hantu.

Suatu  malam,  seorang  pria  beristeri  yang  berusia  lebih  dari  40  tahun  ini  keluar  untuk  makan  malam.

Ketika  melewati  Xingnan  Road  di  metropol  Taipei,  Taiwan,  ia  melihat  amplop  merah  di  atas  tanah  dan  tampak  terlihat  uang  kertas  nominal  100  NT  (dolar  Taiwan).

Awalnya  ia  bermaksud  menyerahkan  amplop  itu  ke  kantor  polisi  terdekat,  namun,  tak  disangka  ia  melihat  seuntai  rambut  di  dalam  bungkusan  amplop.

Saat  itu  juga  ia  merasa  ada  yang  tidak  wajar,  dan  tepat  di  saat  itu,  tampak  seseorang  muncul  dari  arah  kegelapan,  dan  ia  mengatakan  sedang  mencari  pasangan  untuk  si  mayat  (pengantin  yang  tewas  sebelum  akad  nikah  berlangsung).

Mendengar  itu,  pria  itu  terperanjat  dan  dalam  keadaan  panik,  ia  pun  menolak  secara  halus  dengan  alasan  bahwa  ia  seorang  Kristiani,  Barulah  setelah  itu  ia  lolos  dari  peristiwa  yang  membuatnya  ketakutan.

Setelah  kejadian  tersebut,  pria  itu  masih  tampak  ketakutan.

Menurut  tradisi  pernikahan  hantu,  jika  seseorang  menemukan  (memungut)  amplop  merah  yang  di  dalamnya  berisi  rambut,  tanggal  lahir,  dan  nama,  maka  dari  pihak  laki-laki,  tidak  peduli  tua  atau  muda,  status  perkawinan,  pihak  perempuan  tidak  akan  keberatan  dengan  status  (perkawinan).

Dan  konon  katanya,  orang  yang  mewakili  untuk  mencarikan  pasangan  pernikahan  hantu  tersebut  adalah  adik  dari  pengantin  hantu  tersebut,  karena  kakaknya  tewas  dalam  kecelakaan,  sehingga  merasuk  ke  dalam  mimpinya  untuk  mencarikan  pengantin  pria  yang  diharapkan.

Pernikahan  hantu  adalah  suatu  adat  rakyat  dalam  lingkaran  budaya  Asia  Timur.

Pasangan  yang  meninggal  setelah  pertunangan,  atau  anak  perempuan  yang  meninggal  sebelum  pertunangan.

Sebagai  orangtua  yang  mencintai  dan  merindukan  putrinya,  harus  menyelesaikan  pernikahan  mereka,  inilah  yang  disebut  pernikahan  hantu.

Dan  dibagi  dalam  dua  ketegori  yaitu  “orang  mati  dengan  orang  mati”,  dan  “orang  mati  dengan  orang  yang  masih  hidup”.

Menurut  pandangan  orang-orang  zaman  dahulu,  bahwa  jika  ada  sebuah  kuburan  sendiri  (tiada  pasangan)  dalam  kuburan  leluhur  akan  mempengaruhi  kesejahteraan  generasi  berikutnya,  karena  itulah  perlu  diselenggarakan  pernikahan  hantu  untuk  si  mati.

Berlangganan Postingan Terbaru GeegleHayoO Gratis!

Tidak Ada Perbincangan Ke "Jangan Berani-berani Mengambil Amplop Berwarna Merah yang tergeletak di Jalanan"

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Berkomentar jika :
1. Ada Pertanyaan
2. Ketidak Pahaman
3. Artikel Salah
4. Beri Masukan
5. Mengucapkan Terima Kasih!

Awas Komentar Jahat / Spam akan kami Ledek sebagai Orang Gila
((
___; )
(6