Susah Bangun Seperti Antara Sadar dan Mimpi Serta Sulit Bergerak dan Berbicara

Geegle  HayoO
Sleep Paralysis atau Kelumpuhan Tidur
merujuk pada keadaan ketidakmampuan bergerak ketika sedang tidur atau pun ketika bangun tidur. Chakly pernah ngerasain ini, Aduuh rasanya benar2 menakutkan... Bagaimana tidak, Tubuh kita seketika seperi mengalami kelumpuhan. Tetapi anehnya, Hanya indra pendengaran sama Penghilatan yang berfungsi. Chakly bisa berteriak, Dan Chakly juga mendengar suara Chakly tetapi Mulut Chakly tidak bisa bergerak dan orang lain tidak mendengar teriakan Chakly, Chakly benar sangat menunggu kedatangan Mama' / Ibu, Karena Chakly teriak memanggil Ibu!!!!""""!!!!???!
/6
___; <
\(
Ternyata oooohhhhh Guy's ini hanya terjadi dalam Mimpi / Fikiran di Otak, Tapi Chakly ngak terima ini adalah mimpi... Pasalnya ini benar2 [Nyata], Seperti posisi Tidur Chakly Percis, dan Pandangan juga sangat mirip ketika mengalami kelumpuhan tidur ini sampai dengan Chakly Sadar.
Ternyata Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah buat menggerakkan anggota badannya, nggak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram atau mimpi buruk.
Kelumpuhan tidur terjadi dalam keadaan si penderita sedang setengah tidur, sedang tertidur lelap, ataupun dalam keadaan terjaga sewaktu mengalami kelumpuhan tidur. Kondisi ini umumnya terjadi bila si penderita tidur menelentang atau menghadap ke atas, yang ditandai dengan merasa sesak napas kek dicekik, dada sesak, badan nggak bisa bergerak dan sulit bersuara.
Kelumpuhan tidur diyakini terjadi akibat terganggunya fase tidur REM , yang menyebabkan terjadinya atonia otot lengkap yang mencegah seseorang buat bertindak di luar mimpi mereka. Kelumpuhan tidur telah dikaitkan dengan gangguan lainnya kek
narkolepsi, migrain, gangguan kecemasan, dan
apnea tidur obstruktif.[1][2]

K L A S I F I K A S I

Kelumpuhan tidur bisa diklasifikasikan menjadi dua, yakni kelumpuhan tidur terisolasi (ISP) dan kelumpuhan tidur terisolasi berulang (RISP) . Dari kedua tipe tersebut, ISP lebih umum terjadi jika dibandingkan dengan RISP.
[2] ISP terjadi dengan durasi yang pendek, sekitar satu menit. Kelumpuhan tidur ISP terjadi setidaknya sekali dalam seumur hidup seseorang.[2] Sedangkan RISP bisa digolongkan ke dalam kondisi kronis. Individu mengalami kelumpuhan tidur yang terjadi berulang kali di sepanjang hidupnya. [2] Salah satu perbedaan antara ISP dan RISP adalah durasinya; RISP bisa berlangsung hingga satu jam atau lebih, dan penderita mengalami kejadian di luar pengalaman tubuh yang lebih tinggi, sedangkan ISP terjadi dengan durasi yang pendek (biasanya nggak lebih dari satu menit) dan kejadiannya hanya sebatas mimpi buruk atau halusinasi incubus. [2] Selain itu, dalam kondisi RISP, penderita bisa mengalami kelumpuhan tidur berulang kali pada malam yang sama, sedangkan dalam ISP nggak.
Agak sulit buat bedain antara
katapleksi yang disebabkan oleh narkolepsi dan kelumpuhan tidur, karena kedua fenomena ini secara fisik nggak dapat dibedakan.[2] Cara terbaik buat bedain antara keduanya adalah dengan cara mencatat waktu ketika terjadinya serangan. Narkolepsi umumnya terjadi ketika individu sedang terjaga, sedangkan ISP dan RISP umumnya berlangsung saat individu sedang tertidur.[3]

P R E V A L E N S I

Kelumpuhan tidur terisolasi umumnya dialami oleh pasien yang didiagnosis mengidap narkolepsi. Sekitar 30-50% orang-orang yang didiagnosis dengan narkolepsi telah mengalami kelumpuhan tidur sebagai gejala tambahan.[1][4] Prevalensi kelumpuhan tidur di antara populasi umum adalah sekitar 6,2%. Mayoritas individu-individu yang telah mengalami kelumpuhan tidur mengalaminya sekali sebulan hingga sekali setahun. Sedangkan 3% dari individu telah mengalami kelumpuhan tidur yang terjadi berulang setiap malamnya; kek yang disebutkan sebelumnya, orang-orang ini didiagnosis menderita RISP. [1] Kelumpuhan tidur umumnya bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun, kelompok usia tertentu bisa menjadi lebih rentan mengalami kelumpuhan tidur. Sekitar 36% dari individu yang telah mengalami kelumpuhan tidur berasal dari kelompok usia antara 25-44 tahun, dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun.[1]

Penyebab Terjadinya Kelumpuhan Tidur?

Patofisiologi kelumpuhan tidur belum diidentifikasi secara konkret, namun ada beberapa teori mengenai apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kelumpuhan tidur. Yang pertama berasal dari pemahaman bahwa kelumpuhan tidur adalah
parasomnia yang disebabkan oleh nggak sejalannya fase REM dan bangun tidur, dengan kata lain, otak masih dalam kondisi tidur tetapi tubuh ingin bangun, sehingga tubuh nggak bisa digerakkan. [5] Studi polisomnografi menemukan bahwa seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur memiliki masa tidur REM yang lebih pendek dari biasanya. [6] Studi ini juga menyatakan bahwa nggak teraturnya pola tidur dapat memicu terjadinya kelumpuhan tidur, karena malafungsi tidur REM biasanya terjadi saat pola tidur terganggu.
Selain itu, penelitian lainnya menemukan bahwa kurang tidur juga bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan tidur. Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap REM inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak nggak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya; dari keadaan sadar ke tahap tidur paling ringan, kemudian langsung melompat ke tahap REM. Oleh sebab itu, ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM tetapi tubuh belum, di sinilah kelumpuhan tidur terjadi. Individu merasa sangat sadar, tetapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi dengan adanya halusinasi munculnya sosok lain yang sebenarnya merupakan karakteristik dari
mimpi .[7]
Kelumpuhan tidur sering diiringi oleh halusinasi seram (hipnopompik atau
hipnagogik ) dan perasaan takut yang teramat sangat. [8] Ketakutan penderita terhadap kelumpuhan tidur terutama berasal dari jelasnya halusinasi yang dialaminya. Elemen halusinasi saat mengalami kelumpuhan tidur membuat seseorang cenderung menafsirkan pengalaman tersebut sebagai mimpi, karena objek-objek yang nggak masuk akal mungkin muncul di dalam kamar dalam pandangan mata kasar seseorang. [9]
Ada gagasan bahwa kelumpuhan tidur ini bersifat genetik.[10] Penelitian terhadap sepasang anak kembar menunjukkan bahwa jika salah satunya mengalami kelumpuhan tidur, maka yang satunya lagi juga berkemungkinan mengalaminya.[10]
Beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan tidur. Faktor ini termasuk
insomnia dan kurang tidur, jadwal tidur yang nggak teratur, tidur dengan posisi terlentang, stres, terlalu sering menggunakan stimulan, kelelahan fisik, serta penggunaan obat-obatan tertentu buat mengobati ADHD. [2] Tidur dalam posisi terlentang dikatakan sebagai faktor utama yang memicu terjadinya kelumpuhan tidur.[11] Kelumpuhan tidur bisa juga merupakan pertanda narkolepsi (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), apnea tidur (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Menurut Mitos dari Berbagai Negara Dunia

Saat kelumpuhan tidur terjadi, seseorang sering mengalami halusinasi, kek melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Oleh sebab itu, fenomena ini sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Di Finlandia dan Swedia kelumpuhan tidur diyakini disebabkan oleh mare, makhluk supernatural yang berkaitan dengan incubi dan succubi. Menurut kepercayaan setempat, mare adalah seorang wanita yang dikutuk dan tubuhnya dibawa secara misterius saat ia tidur dan tanpa ia sadari. Ia kemudian mengunjungi penduduk desa dan menduduki tulang iga mereka saat mereka tertidur, yang menyebabkan mereka mengalami mimpi buruk. [12]
Dalam cerita rakyat Newfoundland, South Carolina dan Georgia
digambarkan bahwa kelumpuhan tidur disebabkan oleh makhluk jahat hag , yang meninggalkan tubuh fisiknya pada malam hari, dan duduk di dada korbannya. Korban biasanya bangun dengan perasaan teror, sulit bernapas karena dadanya ditindih oleh hag.
Di Fiji, fenomena ini disebut dengan kana tevoro, "dimakan" oleh setan. Setan ini dipercaya sebagai kerabat seseorang yang baru meninggal dunia dan datang kembali buat menyelesaikan beberapa urusannya yang belum selesai.
Di Turki, kelumpuhan tidur disebut dengan...
Karabasan, versi lain dari cerita mengenai kunjungan setan saat tidur.
Di Thailand , diyakini bahwa
Kelumpuhan tidur disebabkan oleh hantu dari cerita rakyat Thailand yang dikenal dengan nama Phi Am (bahasa Thai : ผีอำ). [13]
Di Indonesia dan Malaysia
Kelumpuhan tidur dikenal dengan kena tindih atau ketindihan (setan).
Di budaya Meksiko
Disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
Di budaya Jepang
Disebut kanashibari , yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.


Sleep Palalysis Menurut Syari'at Islam


Bisakah karena gangguan setan? Bisa saja. Hal ini bisa juga kombinasi keduanya sebagaimana orang gila. Jika ia banyak masalah dan stress, ia bisa jadi gila jika dibiarkan dan bertumpuk. Orang yang seperti ini hati, iman dan jiwanya lemah sehingga gampang terpengaruh setan bahkan merasukinya.
Demikian juga bahwa penyakit dan gangguan fisik bisa muncul karena sebab fisik atau gangguan dari setan sebagaimana tentang hadits ‘ ain (gangguan yang ditimbulkan dari pandangan yang tidak baik semisal hasad , pujian dan lain-lain)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻦﻴﻌﻟﺍ ُﻖﺣ ﻮﻟﻭ ﻥﺎﻛ ﻖﺑﺎﺳ ﺀﻲﺷ ﺭﺪﻘﻟﺍ ﻦﻴﻌﻟﺍ ﻪﺘﻘﺒﺴﻟ

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)


Dan mimpi juga bisa berasal dari setan yaitu mimpi buruk dan mimpi yang bisa membuat pelakunya ketakutan atau merasa terganggu,
Diriwayat oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu,

ﺎﻳﺅﺮﻟﺍ ﺚﻳﺪﺣ ﺙﻼﺛ ﻒﻳﻮﺨﺗﻭ ﺲﻔﻨﻟﺍ ﻥﺎﻄﻴﺸﻟﺍ ﻯﺮﺸﺑﻭ ﻦﻣ ﻪﻠﻟﺍ

“Mimpi itu ada tiga macam: [1]bisikan hati, [2]ditakuti-takuti setan, dan [3]kabar gembira dari Allah.” [1]
Dalam lafadz riwayat Muslim,

َﺏَﺮَﺘْﻗﺍ ﺍَﺫِﺇ ُﻥﺎَﻣَّﺰﻟﺍ ْﻢَﻟ ْﺪَﻜَﺗ ﺎَﻳْﺅُﺭ ِﻢِﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ُﺏِﺬْﻜَﺗ ْﻢُﻜُﻗَﺪْﺻَﺃَﻭ ﺎَﻳْﺅُﺭ ْﻢُﻜُﻗَﺪْﺻَﺃ ﺎًﺜﻳِﺪَﺣ ﺎَﻳْﺅُﺭَﻭ ِﻢِﻠْﺴُﻤْﻟﺍ ٌﺀْﺰُﺟ ْﻦِﻣ ٍﺲْﻤَﺧ َﻦﻴِﻌَﺑْﺭَﺃَﻭ ﺍًﺀْﺰُﺟ ْﻦِﻣ ِﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ﺎَﻳْﺅُّﺮﻟﺍَﻭ ٌﺔَﺛﺎَﻠَﺛ ﺎَﻳْﺅُﺮَﻓ ﻯَﺮْﺸُﺑ ِﺔَﺤِﻟﺎَّﺼﻟﺍ ْﻦِﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ ٌﻦﻳِﺰْﺤَﺗ ﺎَﻳْﺅُﺭَﻭ ْﻦِﻣ ِﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ ﺎَﻳْﺅُﺭَﻭ ﺎَّﻤِﻣ ُﺙِّﺪَﺤُﻳ ُﺀْﺮَﻤْﻟﺍ ُﻪَﺴْﻔَﻧ ْﻥِﺈَﻓ ﻯَﺃَﺭ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ ﺎَﻣ ُﻩَﺮْﻜَﻳ ْﻢُﻘَﻴْﻠَﻓ ِّﻞَﺼُﻴْﻠَﻓ ْﺙِّﺪَﺤُﻳ ﺎَﻟَﻭ ﺎَﻬِﺑ َﺱﺎَّﻨﻟﺍ

“Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan orang yang paling benar mimpinya di antara kalian adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). 


Mimpi itu ada tiga macam:
(1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. 
(3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang.
Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” [2]
Jadi mimpi ada tiga penyebabnya:
1.mimipi yang baik dari Allah
2.mimpi yang buruk dari syaithan
3.mimpi “bunga tidur” yaitu mimpi karena terbawa pikiran atau terkejut dengan suatu peristiwa atau ada sesutau yang terus menerus sedang dipikirkan
Cara mencegahnya
Kita lakukan adab-adab sebelum tidur yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa doa-doa sebelum tidur. Dan juga adab-adab ketika terbangun dari tidur karena mimpi buruk. Karena Allah yang menjaga kita selama kita tidur. Keadaan tidur memang membuat kita lalai sehingga beberapa ulama (sebagian pendapat) menjelaskan bahwa tidur adalah mati “kecil”.
Sebagaimana dalam ayat.
Firman Allah Ta’ala ,

ﻰَّﻓَﻮَﺘَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﺲُﻔْﻧَﺄْﻟﺍ َﻦﻴِﺣ ﺎَﻬِﺗْﻮَﻣ ﻲِﺘَّﻟﺍَﻭ ْﻢَﻟ ْﺖُﻤَﺗ ﻲِﻓ ﺎَﻬِﻣﺎَﻨَﻣ ُﻚِﺴْﻤُﻴَﻓ ﻲِﺘَّﻟﺍ ﻰَﻀَﻗ ﺎَﻬْﻴَﻠَﻋ َﺕْﻮَﻤْﻟﺍ ُﻞِﺳْﺮُﻳَﻭ ﻯَﺮْﺧُﺄْﻟﺍ ﻰَﻟِﺇ ٍﻞَﺟَﺃ ﻰًّﻤَﺴُﻣ َّﻥِﺇ ﻲِﻓ َﻚِﻟَﺫ ٍﺕﺎَﻳﺂَﻟ ٍﻡْﻮَﻘِﻟ َﻥﻭُﺮَّﻜَﻔَﺘَﻳ

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Az-Zumar : 42)
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, berkata,

ﻥﺃ ﺡﺍﻭﺭﺃ ﺀﺎﻴﺣﻷﺍ ﺕﺍﻮﻣﻷﺍﻭ ﻲﻘﺘﻠﺗ ﻲﻓ ،ﻡﺎﻨﻤﻟﺍ ﻑﺭﺎﻌﺘﻴﻓ ﺎﻣ ﺀﺎﺷ ﻪﻠﻟﺍ ،ﺎﻬﻨﻣ ﺍﺫﺈﻓ ﺩﺍﺭﺃ ﺎﻬﻌﻴﻤﺟ ﻉﻮﺟﺮﻟﺍ ﻰﻟﺇ ﺎﻫﺩﺎﺴﺟﺃ ﻚﺴﻣﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺡﺍﻭﺭﺃ ﺕﺍﻮﻣﻷﺍ ﻩﺪﻨﻋ ،ﺎﻬﺴﺒﺣﻭ ﻞﺳﺭﺃﻭ ﺡﺍﻭﺭﺃ ﺀﺎﻴﺣﻷﺍ ﻰﺘﺣ ﻊﺟﺮﺗ ﻰﻟﺇ ﺎﻫﺩﺎﺴﺟﺃ ﻰﻟﺇ ﻞﺟﺃ ﻰﻤﺴﻣ ﻚﻟﺫﻭ ﻰﻟﺇ ﺓﺪﻣ ﺀﺎﻀﻘﻧﺍ .ﺎﻬﺗﺎﻴﺣ

“Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasad

Berlangganan Postingan Terbaru GeegleHayoO Gratis!

Tidak Ada Perbincangan Ke "Susah Bangun Seperti Antara Sadar dan Mimpi Serta Sulit Bergerak dan Berbicara"

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Berkomentar jika :
1. Ada Pertanyaan
2. Ketidak Pahaman
3. Artikel Salah
4. Beri Masukan
5. Mengucapkan Terima Kasih!

Awas Komentar Jahat / Spam akan kami Ledek sebagai Orang Gila
((
___; )
(6