Do'a Mensyukuri Hujan Setelah Kemarau Panjang

doa hujan setelah kemarau panjang
muslim in ran
Berikut ini adalah doa Rasulullah ketika hujan setelah kemarau panjang. Ini mengajarkan kepada kita untuk selalu beriman kepada Allah dalam segala hal, termasuk dalam menyikapi hujan. Kita harus menyadari bahwa hujan adalah rahmat dari Allah yang harus kita syukuri. Kemarau panjang telah melanda beberapa wilayah di Indonesia sejak pertengahan tahun ini. 

Sebagai hamba yang beriman sepatutnya bersyukur dan bergembira ketika hujan turun, apalagi setelah dilanda kemarau panjang. Rasulullah Saw. mencontohkan diantara wujud rasa syukur dan gembira dengan membaca doa Rasulullah ketika hujan setelah kemarau, sebagaimana diceritakan oleh Abu Hurairah ra. berikut:

 عن معاوية بن قرة ، قال : سمعت أبا هريرة ، يقول : كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وأصحابه يكشفون رؤوسهم في أول قطرة تكون من السماء في ذلك العام ، ويقول رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : هو أحدثُ عهدٍ بربنا ، وأعظمُه بركةً 


 “Dari Muawiyah bin Qurrah, ia berkata; saya mendengar Abu Hurairah ra. berkata; Rasulullah Saw. dan para sahabat beliau membuka penutup kepala mereka ketika tetesan air hujan pertama dari langit yang terjadi pada tahun itu sembari Rasulullah Saw. menyebut: hujan ini adalah permulaan rahmat dari tuhan kita dan berkahNya yang terbesar.” (Ibnu ‘Asakir, Tarekh Dimasyq, Juz 10, halaman 119). Dalam hadis lain diceritakan bahwa Rasulullah Saw membuka dan menyingkap bajunya—namun tidak membuka aurat— ketika turun hujan pertama setelah musim kemarau: 


 عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه (رواه مسلم وأبو داود) 


 “Dari Anas ra., ia berkata: Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya hingga terkena guyuran hujan hal itu juga dilakukan oleh para sahabat. Kami berkata: Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini? Rasulullah menjawab: Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah” (HR. Muslim dan Abu Daud). Makna kalimat, “liannahu hadîts ‘ahd bi rabbihi,” pada hadits di atas, menurut Imam al-Nawawi adalah:

 معناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر 


 “Maknanya, sesungguhnya hujan adalah rahmat, yaitu rahmat yang baru saja Allah ta’ala ciptakan, kemudian Rasulullah bertabarruk (mengambil berkah) dengan hujan tersebut. Hadits ini merupakan dalil untuk pendapat ashab syafi’iyyah (mazhab syafi’i) bahwa sesungguhnya disunnahkan di saat awal (turunnya) hujan untuk membuka (pakaian) selain aurat hingga terkena air hujan.” (Imam Yahya bin Syarraf al-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim, Juz 3, halaman 173). Temukan lebih banyak Waktu & Kalender Islam Hukum Adapun bacaan yang dibaca setelah hujan turun atau ketika melihat tanah basah bekas hujan, Rasulullah Saw. mengajarkan: 

 عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: “صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ، عَلَى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنْ اللَّيْلَةِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ، فَقَالَ لَهُمْ: “هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي، كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي، مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ” (رواه البخاري) 


 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat subuh di Hudaibiyah, setelah turun hujan pada malam harinya. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau menghadap kepada para sahabat dan berkata kepada mereka, “Tahukah kalian apa yang telah dikatakan oleh Rabb kalian?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Pada pagi ini, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata, ‘Kami telah diguyur hujan berkat karunia Allah dan rahmat-Nya,’ maka orang itu beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang. Adapun orang yang berkata, ‘Kami telah diguyur hujan karena awan ini dan itu,’ maka orang itu kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.” (HR. Bukhari, no. 1036)(HR. Bukhari dan Muslim dikutip dalam al-Futuhat ar-Rabbaniyyah ‘ala al-Azkar an-Nawawiyah, juz 4, halaman 201) 

Seperti itulah Rasulullah Saw. mencontohkan ekspresi gembira dan syukur ketika turun hujan pertama setelah kemarau panjang. Rasulullah Saw juga mengajarkan doa Rasulullah ketika hujan setelah kemarau sebagai ekspresi syukur ketika menemukan tanah basah bekas hujan. Untuk itu, seharusnya bagi masyarakat yang di daerahnya sudah turun hujan setelah kemarau panjang seperti di Ciamis yang sudah mulai turun hujan sejak 17 Agustus pkl 00:30 silahkan dibaca bacaan yang diajarkan Rasulullah tersebut sebagai wujud syukur.
Bersyukurlah Jika Semua Orang Bisa Tertawa Dan Senang Karena Kebodohanmu, Daripada Menjadi Orang Pintar Tetapi Selalu Menyusahkan Semua Orang...

Posting Komentar

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Anda Bebas Berpendapat!
((
___; )
(6