Video berdurasi 23 detik itu langsung viral dan menuai sorotan tajam.
Dalam rekaman tersebut, kedua siswi terlihat mengulas menu MBG sembari melontarkan kalimat-kalimat yang menghina kualitas dan rasa makanan.
Siswi kena sanksi sekolah
Menyikapi kegaduhan ini, pihak sekolah, SMPN 1 Terara, langsung turun tangan.
Kepala sekolah, Zaini menerangkan, video itu awalnya dibuat hanya untuk candaan internal, namun menjadi viral setelah diunggah ke media sosial.
Pihak sekolah menegaskan akan memberikan pembinaan dan sanksi kepada kedua siswi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab.
Tetapi, Zaini memastikan mereka tidak akan dikeluarkan dari sekolah.
Meskipun demikian, sebagai bentuk tanggung jawab moral, kedua siswi tersebut disarankan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Timur bahkan ikut mendatangi sekolah untuk memberikan pendampingan kepada siswi yang terlibat.
Pihak PPA mengizinkan sekolah memberikan sanksi sesuai aturan, namun menekankan agar sanksi tersebut tidak berbentuk fisik.
Sumber: Kaldera News
