37 Gunung Terkenal yang Ada di Provinsi Jawa Barat

Geegle  HayoO
Oh Gunung
Betapa gagah nya dirimu itu Berdiri tegak bagaikan seorang tentara, Tentara yang sangat hebat
Engkau berdiri sepanjang hari
Tanpa rasa takut
Bagaikan prajurit paling setia
Yang menjaga dengan rajin nya
Engkau menjulang tinggi
Mencapai langit tinggi dan biru
Menembus awan-awan lembut
Menjadi tempat wisata yang paling dekat dengan alam dan menyenangkan Hati
Beberapa darimu penuh dengan warna hijau
Membuat mata menjadi sejuk

Menjadi pemandangan terindah
Dan tak tertandingi
Beberapa darimu berwarna putih
Putih diselimuti salju yang tebal
Terkadang engkau menunjukkan amarah mu
Amarah yang menggelegar
Tapi lebih seram dari petir
Membuat semua orang panik
Engkau sangatlah besar
Lebih besar dari gajah sekalipun
Dengan lava sebagai isi perutmu
Lava yang panas dan membakar...

Puisi diatas mungkin lebih kuat jika kamu yang melihatnya sendiri dan merasakan Ke'agungan Allah swt ketika memandangnya.

Okay seperti judulnya,
37 Gunung Terkenal Yang Ada Di Provinsi Jawa Barat
Chakly disini akan membeberkannya dengan Gambar yang menarik dari masing-masing Gunungnya serta sedikit Deskripsi.
Sama seperti Provinsi-Provinsi lain di Pulau Jawa, Propinsi Jawa Barat pun daerahnya bergunung-gunung.

Gunung yang Paling Tinggi di Provinsi Jawa Barat

Gunung tertinggi di Jawa Barat adalah Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian sekitar 3,078 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terletak di wilayah Kabupaten Majalengka.

Gunung Paling Laris Bagi Wisatawan di Jawa Barat

Gunung yang terkenal dan menjadi tempat favorit wisatawan adalah Gunung Tangkuban Parahu. Gunung ini berada di wilayah Kabupaten Bandung, Yang memiliki ketinggian sekitar 2,076 mdpl.

35 Gunung Terkenal Yang Ada di Provinsi Jawa Barat

Sebenarnya Masih banyak lagi deretan gunung-gunung yang tersebar diberbagai Kabupaten di Jawa Barat selain Gunung Ciremai dan Tangkuban Perahu.
"Lalu Gunung Apa Sajakah itu Yang Juga Terkenal Lainnya?"
Berikut ini adalah 37 Gunung yang benar-benar ada di Jawa Barat :

1. Gunung Ciremai

Ketinggian : 3,078 mdpl
Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") adalah gunung berapi kerucut yang secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni
Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka , Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.
Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan
Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus , sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai , suatu gejala
hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.
Vulkanologi dan geologi
G. Careme di awal abad ke-20. Foto koleksi Tropenmuseum Amsterdam.
Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato . Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur ,
Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga
Gunung Tangkuban Perahu ) yang terletak pada Zona Bandung.
Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).
Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah barat daya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.
Lokasi : Kabupaten Majalengka

2. Gunung Pangrango

Ketinggian : 3,019 mdpl
Litografi tahun 1880-an yang menggambarkan Gunung Pangrango dilihat dari Kebun Raya Bogor
Gunung Pangrango merupakan sebuah
gunung yang terdapat di pulau Jawa,
Indonesia. Gunung Pangrango mempunyai ketinggian setinggi 3.019 meter dari permukaan laut. Puncaknya dinamakan Puncak Mandalawangi. Puncak Mandalawangi juga merupakan titik pertemuan batas tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor , Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi .
Gunung Pangrango merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ceremai. Gunung Pangrango terletak persis bersebelahan dengan Gunung Gede dan berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.
Gunung Pangrango mempunyai kawasan
hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas , hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung .
Lokasi : Kabupaten Cianjur

3. Gunung Gede

Ketinggian : 2,958 mdpl
Lokasi : Kabupaten Cianjur
Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango , yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980 . Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor , Cianjur dan
Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari
Cibodas dan Cipanas.
Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.

4. Gunung Cikuray

Ketinggian : 2,841 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut
Gunung Cikuray atau Cikurai adalah sebuah
gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di
Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut , Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikuray yang mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut ini tidak mempunyai kawah aktif dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong ,
Cikajang, dan Dayeuhmanggung. Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah ( humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.
Sejarah
Beberapa naskah kuno menyebut Gunung Cikuray sebagai Gunung Srimanganti atau Srimanganten. Sekitar abad ke-17, lereng Gunung Cikuray menjadi mandala, yaitu pusat pertapaan para pendeta dan kegiatan tulis menulis kerajaan Padjadjaran. Bukti-bukti tertulis mengenai mandala ini masih tersimpan di sebuah cagar budaya Ciburuy di
Kecamatan Cigedug . [1]

5. Gunung Papandayan

Ketinggian : 2,622 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut
Gunung Papandayan adalah gunung api strato
[2] yang terletak di Kabupaten Garut , Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung .
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 º C.
Keaneragaman Hayati
Potensi flora di dalam kawasan gunung ini diantaranya Pohon Suagi ( Vaccinium valium ), Edelweis (Anaphalis javanica ), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan ( Engelhardia spicata ), Jamuju (Podocarpus imbricatus ), dan Manglid ( Magnolia sp ). Sedangkan potensi fauna kawasan diantaranya Babi Hutan ( Sus vitatus ), Trenggiling (Manis javanicus ), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus ) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla ), dan Kutilang (
Pycononotus aurigaste )[3]
Gunung Papandayan mempunyai kawasan
hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas , hutan Montane, dan hutan Ericaceous .
Potensi Wisata
Daya tarik Wisata Beberapa lokasi yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan diantaranya: • Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. • Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. • Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan : 1. Menikmati keindahan dan keunikan alam 2. Lintas alam 3. Berkemah 4. Memotret 5. Mandi air yang mengandung belerang, untuk pengobatan penyakit kulit.

6. Gunung Kendang

Ketinggian : 2,608 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung
Gunung Kendang merupakan gunung berapi stratovolcano yg mempunyai ketinggian 2.608 m (8.556 kaki) berada di Kab Bandung, Propinsi jabar, Indonesia. Gunung Kendang terdapat empat arena lapang Fumarol termasuk juga Kawah Manuk, bersama luas kawah 2,75 kilometer. Gunung Kendang mempunyai sublimasi Sulfur, letupan lumpur panas, & Mata air panas.
Fasilitas dan Akomodasi Gunung Kendang
Untuk fasilitas secara resmi masih belum tersedia di kawasan Gunung Kendang, Namun jika anda membutuhkan angkutan atau rumah untuk menginap anda bisa menyewanya dari warga sekitar di kaki Gunung Kendang.
Ada warung dan toko di sekitar rumah warga setempat yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman. Namun belum tersedia toko peralatan pendakian atau barang yang mendukung untuk aktifitas hiking.
Sebelum melakukan perjalanan wisata atau pendakian ke gunung ini anda sebaiknya mempersiapkan perbekalan dan peralatan yang akan anda butuhkan selama masa pendakian di rumah atau di kota besar yang bisa menyuplai kebutuhan anda. Agar anda bisa nyaman melakukan perjalanan liburan di Gunung Kendang.

7. Gunung Patuha

Ketinggian : 2,434 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung
Gunung Patuha merupakan sebuah gunung yang terdapat di Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung , Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2.434 meter[2] . Gunung Patuha memiliki kawah yang sangat eksotik, yaitu kawah putih. Kawah yang terbentuk dari letusan gunung patuha itu memiliki dinding kawah dan air yang berwarna putih.
Gunung Patuha mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas ,
hutan Montane , dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung .
Sejarah
Pak Tua adalah julukan yang diberikan untuk Gunung Patuha [3] , karena umurnya diduga sudah sangat tua. Gunung api tipe “B” itu mucul ke permukaan bumi pada saat Dataran Tinggi Bandung masih merupakan dasar samudera. Saat itu, roman kulit bumi masih mengalami perubahan-perubahan revolusioner, pelipatan dan pembentukan gunung api. Salah satu dari gunung api tersebut adalah Gunung Patuha. Gunung itu muncul dari permukaan dasar samudera sehingga kemudian melahirkan dataran baru yang membentang dari daerah yang kini bernama Ciwidey di sebelah barat sampai
Pangalengan di sebelah timur. Bahkan kini jika berjalan-jalan di tengah perkebunan teh di daerah Pangalengan masih bisa dijumpai teras-teras gunung api.
Gunung Patuha menurut catatan pernah dua kali meletus. Letusan pertama terjadi pada abad ke-10 dan meninggalkan kawah di bagian puncak sebelah barat. Karena kawah tersebut mengering, masyarakat menamakannya Kawah Saat. Dalam Bahasa Sunda, saat artinya kering. Lama setelah itu, gunung tersebut tertidur lelap memasuki istirahat panjang. Kegiatan letusannya yang terjadi abad ke-13, melahirkan kawah kedua berupa danau sangat indah. Airnya bisa berubah-ubah warna, mirip dengan Danau Kelimutu . Sesekali warna airnya putih, sehingga kawah itu dinamakan Kawah Putih.
Kawah Putih
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang bersuhu antara 8-22 derajat, terdapat dua kawah yaitu Kawah Saat yang berada di bagian barat dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter. Keindahan Kawah Putih pertama kali tersingkap berkat usaha Dr. Franz Wilhelm Junghuhn yang sedang melakukan perjalanan di daerah Bandung Selatan pada tahun 1837. Sesuai dengan namanya, tanah yang ada di kawasan ini berwarna putih akibat dari pencampuran unsur belerang. Selain tanahnya yang berwarna putih, air danau kawasan Kawah Putih juga mempunyai warna yang putih kehijauan dan dapat berubah warna sesuai dengan kadar belerang yang terkandung, suhu, dan cuaca.

8. Gunung Malabar

Ketinggian : 2,321 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung
Gunung Malabar merupakan sebuah gunung api yang terdapat di Banjaran , Kabupaten Bandung , Jawa Barat dengan titik tertinggi 2,343 meter di atas permukaan laut. Malabar merupakan salah satu puncak yang dimiliki Pegunungan Malabar. Beberapa puncak yang lain adalah Puncak Mega, Puncak Puntang, dan Puncak Haruman.
Gunung Malabar mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas ,
hutan Montana , dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung . Gunung Malabar identik dengan perkebunan teh yang didirikan oleh
Bosscha.
Asal Usul
Gunung Malabar adalah sumber inspirasi dari nama Kereta api Malabar, kereta api eksekutif, Bisnis dan ekonomi AC yang melayani Bandung-Malang.

9. Gunung Guntur

Ketinggian : 2,249 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut
Gunung Guntur adalah sebuah gunung berapi bertipe stratovolcano yang terdapat di Sirnajaya, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut ,
Jawa Barat, dan memiliki ketinggian 2.249
meter dpl.
Gunung Guntur pernah menjadi gunung berapi paling aktif di pulau Jawa pada dekade 1800 an. Tapi sejak itu aktivitasnya kembali menurun. Erupsinya pada umumnya disertai dengan lelehan lava, lapili dan objek material lainnya. Erupsi Gunung Guntur yang tercatat adalah pada tahun 1847, 1843, 1841, 1840, 1836, 1834-35, 1833, 1832, 1832, 1829, 1828, 1827, 1825, 1818, 1816, 1815, 1809, 1807, 1803, 1800, 1780, 1777, 1690.
Gunung Guntur berdekatan dengan gunung-gunung lainya yang mengelilingi kota Garut. Di sebelah selatan Gunung Guntur, ada
Gunung Putri yang berhadapan dengan
Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan, kemudian di sebelah barat ada Gunung Masigit, Gunung Parupuyan, dan gunung lainnya[1] . Di sekitar kaki Gunung Guntur tepatnya di daerah kecamatan Tarogong Kaler ada banyak hotel dan penginapan dengan dilengkapi fasilitas pemandian air panas yang sumber air panasnya didapatkan dari Gunung Guntur.
Karakteristik
Gunung Guntur sendiri mempunyai kawasan
hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas , hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung .
Di kawasan puncak Gunung Guntur terdapat
kaldera yang sangat besar dan dalam yang berasal dari bekas letusan. Karakteristik Gunung Guntur umunya berpasir sehingga tidak banyak ditumbuhi tanaman dan tampak gersang. Sebagian kawasan banyak ditumbuhi dengan ilalang dan terlihat seperti padang
savana . Di puncak hanya ada beberapa tanaman cantigi yang tumbuh. Selain cantigi, pohon pinus lebih banyak tumbuh di gunung ini.

10. Gunung Talaga Bodas

Ketinggian : 2,241 mdpl
Lokasi : Kabupaten Tasikmalaya
Gunung Telaga Bodas atau Talaga Bodas (Bahasa Sunda , arti: "danau putih") adalah gunung stratovolcano di bagian selatan Garut,
Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini terbentuk dari lava andesit dan piroklastik. Terdapat juga
fumarol, kolam lumpur, dan mata air panas di sekitar danau kawah. Perubahan warna danau kawah dilaporkan pernah terjadi pada tahun 1913 dan 1921.

11. Gunung Salak

Ketinggian : 2,211 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bogor
Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta , di Pulau Jawa. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan
Kabupaten Bogor , Jawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tetapi sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, dan dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak .
Gunung Salak berusia relatif tua sehingga memiliki beberapa puncak. Geoposisi puncak tertinggi gunung ini ialah 6°43' LS dan 106°44' BT dan dinamakan Puncak Salak I dengan ketinggian puncak 2.211 m dari permukaan laut (dpl.).
Banyak yang mengira asal nama "Salak" adalah dari tanaman salak , akan tetapi sesungguhnya berasal dari kata bahasa Sanskerta, salaka yang berarti "perak".
Vulkanologi dan geologi
Gunung Salak dari arah timur.
Gunung Salak merupakan gunung api strato tipe A. Puncak tertinggi (Puncak Salak I) menurut Hartmann (1938) adalah puncak berusia tertua. Puncak Salak II berketinggian 2.180 m dpl. dianggap yang tertua kedua. Selanjutnya muncul Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Terdapat sejumlah kawah aktif yang tidak berasa di puncak. Kawah terbesar, Kawah Ratu, merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu.
Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.
Secara morfologi, Gunung Salak memiliki banyak jurang curam dan dalam. Karena seluruh tubuh gunung sampai puncak tertutup hutan lebat, kontur gunung ini tidak mudah terlihat. Hal ini sering kali menipu pendaki maupun penerbang yang melewati kawasan pegunungan ini.

12. Gunung Bukit Tunggul

Ketinggian : 2,209 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung
Bukit Tunggul Bandung, atau banyak juga yang menyebutnya Bukit unggul Bandung merupakan salah satu taman wisata alam alternatif yang cocok untuk menjadi tempat tujuan wisata alternatif di Bandung. Taman wisata alam Bukit Tunggul Bandung berada tengah-tengah perkebunan kina di kawasan Bandung timur.
Gunung Bukit Tunggul merupakan sisa dari letusan gunung purba di Bandung. Menurut legenda sangkuriang, gunung bukit tunggul merupakan sisa-sisa dari pohon yang ditebang oleh sangkuriang untuk membuat perahu, yang pada akhirnya menjadi gunung bukit tunggul.
Lokasi Gunung Bukit Tunggul
Taman wisata Bukit Unggul Bandung terletak di kawasan Bandung timur. Untuk menuju ke lokasi wisata alam alternatif ini, anda bisa melalui jalur Ujung Berung, tepat dari alun-alun Ujung Berung anda belok ke kiri (dari arah bandung) ke jalan di pinggir masjid agung ujung berung, lalu belok kanan dan terus ikuti jalan tersebut sampai menuju tempat wisata alam bukit unggul .
Jalur lainnya yang lebih mudah adalah melalui jalur Lembang – Maribaya .
Dari tempat wisata maribaya Bandung, anda terus ikuti jalan tersebut. Jalan tersebut akan berbatasan dengan perkebunan kina dengan tugu nama bukit unggul terpampang jelas. Anda cukup terus mengikuti jalan tersebut dan akan langsung menuju ke tempat wisata bukit unggul.
Ada dua tempat wisata utama di kompleks wisata bukit unggul Bandung . Tempat pertama adalah curug batu sangkur, merupakan air terjun kecil dengan suasana sekitarnya yang asri ; dikelilingi taman, tempat istirahat, dan kolam-kolam ikan besar.
Tempat lainnya adalah situ sangkuriang. Situ ini merupakan bendungan buatan dengan pemandangan alam yang indah.
Sejauh yang kami lihat, transportasi merupakan salah satu hambatan untuk menuju lokasi wisata alam Bandung ini. Anda disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi berupa motor atau mobil. Jalan menuju lokasi dari arah Maribaya Lembang cukup mulus sampai dengan batas perkebunan kina. Dari sana jalan berupa aspal kasar khas perkebunan.

13. Gunung Wayang

Ketinggian : 2,182 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung
Gunung Wayang merupakan gunung berapi kembar yang terdiri dari Gunung Wayang dan
Gunung Windu . Terletak di sebelah timur kota
Pangalengan di Kabupaten Bandung di Jawa Barat, Indonesia, sekitar 40 km sebelah selatan dari Kota Bandung . Daerah ini telah menjadi proyek panas bumi aktif. Gunung Wayang memiliki kawah bulan sabit dengan 750 m yang memegang empat kelompok fumarol. Gunung Windu memiliki kawah dengan lebar 350 m.

14. Gunung Kencana

Ketinggian : 2,182 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung

15. Gunung Galunggung

Ketinggian : 2,168 mdpl
Lokasi : Kabupaten Tasikmalaya
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektaree di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas.
Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 - 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.
Letusan Gunung Galunggung
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1822 (VEI =5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d.
12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.
Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894 . Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.
Letusan Galunggung 1982, disertai petir
Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440 m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.
Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei
1982 (VEI =4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 miliar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni.
Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang,
Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.
Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir Galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga saat ini usaha pengerukan pasir Galunggung tersebut semakin berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam Sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari Galunggung ke Jakarta . Letusannya juga menyebabkan British Airways Penerbangan 9 terpaksa mendarat darurat di Bandara Halim Perdanakusuma, setelah keempat mesinnya mati total.

16. Gunung Waringin

Ketinggian : 2,140 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung

17. Gunung Masigit

Ketinggian : 2,078 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung

18. Gunung Tangkuban Parahu

Ketinggian : 2,076 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung

19. Gunung Tilu

Ketinggian : 2,040
Lokasi : Kabupaten Bandung

20. Gunung Mandalagiri

Ketinggian : 1,813 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut

21. Gunung Sawal

Ketinggian : 1,784 mdpl
Lokasi : Kabupaten Ciamis

22. Gunung Cakrabuana

Ketinggian : 1,721 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung

23. Gunung Tampomas

Ketinggian : 1,684 mdpl
Lokasi : Kabupaten Sumedang

24. Gunung Sedakeling

Ketinggian : 1,676 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut

25. Gunung Calancang

Ketinggian : 1,667 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung

26. Gunung Mandalayang

Ketinggian : 1,663 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut

27. Gunung Karacak

Ketinggian : 1,638 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya

28. Gunung Endut

Ketinggian : 1,474 mdpl
Lokasi : Kabupaten Bogor

29. Gunung Cuku

Ketinggian : 1,467 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut

30. Gunung Malang

Ketinggian : 1,308 mdpl
Lokasi : Kabupaten Cianjur

31. Gunung Limbung

Ketinggian : 1,250 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut

32. Gunung Kancana

Ketinggian : 1,233 mdpl
Lokasi : Bogor
Ada satu gunung di Bogor yang keberadaannya mungkin belum diketahui banyak orang. Gunung itu adalah Gunung Kencana. Tempat ini mungkin akan lebih tepat kalau disebut bukit karna tingginya hanya 1.802 mdpl. Meski begitu, jalur pendakian gunung ini sudah lebih dari cukup untuk membuat kaki pegal.
Adalah hal yang wajar kalau belum banyak orang yang tahu soal keberadaan gunung ini. Sebab, gunung ini baru dibuka untuk masyarakat umum sekitar awal tahun 2016. Para pecinta alam di Bogor dan sekitarnya mungkin telah lebih dulu mengetahui tempat ini.
Lokasi gunung ini sendiri berada di Kecamatan Cisarua, Bogor yang sangat terkenal dengan kawasan Puncak nya. Saat mendaki gunung ini pun kita juga akan disambut oleh pemandangan perkebunan teh di segala penjuru, sebagaimana yang akan kita dapatkan di Puncak Pass dan sekitarnya. Dengan menempuh perjalanan kurang dari satu jam saja kita sudah bisa berdiri di Puncak Gunung Kencana.
Jalur pendakian ke gunung ini dapat kita temukan di kawasan wisata Telaga Warna di Cisarua. Tidak banyak pos yang akan kita temui di sepanjang jalur pendakian. Total hanya ada dua. Meski tingginya tidak seberapa, mendaki gunung ini tetap dibutuhkan persiapan. Di awal-awal pendakian kita akan dihadapan pada track yang lumayan curam. Track awal ini sudah ditata sedemikian rupa dengan kayu-kayu yang disusun menjadi anak tangga.
Foto: https://hananan.com/
Tanjakan-tanjakan yang ada di jalur pendakian gunung ini terlihat cukup curam. Ada sebuah tanjakan yang dinamakan Tanjakan Sambalado. Entah apa maksudnya. Yang jelas, tanjakan ini sukses membuat para pendaki ngos-ngosan saat melaluinya. Selebihnya, tidak ada halangan yang begitu berarti untuk mencapai puncak. Meskipun demikian, kita tetap harus waspada.
Dari puncak Gunung Kencana kita bisa melihat pemandangan yang indah. Di kejauhan sana tampak duo gunung paling terkenal di Jawa Barat, Gede-Pangrango. Saat malam, pemandangan di puncak gunung ini akan terlihat semakin spektakuler jika cuacanya sedang cerah. Ketinggiannya yang hanya 1.802 mdpl memungkinkan kita untuk melihat kerlap-kerlip lampu kota Bogor. Jika mendongakkan kepala ke atas, gantian kerlap-kerlip bintang yang akan memberikan kita keindahan.

33. Gunung Bangkok

Ketinggian : 1,144 mdpl
Lokasi : Kabupaten Tasikmalaya
Gunung Bongkok yg terletak di Desa Cikandang Purwakarta Jawa Barat, menjadi gunung bongkok ini yaitu salah satu wisata gunung yg dekat bersama Jakarta sesudah Bogor, gunung bongkok ini amat serasi buat pendaki pemula dgn ketinggian 975 Mdpl, meski bersama ketinggian yg segitu jalur menuju puncak bongkok pass extreme buat dilalui karna nyaris 90 derajat vertikal lebih-lebih bila periode hujan

34. Gunung Halimun

Ketinggian : 1,089 mdpl
Lokasi : Kabupaten Garut.
Gunung Halimun merupakan gunung yang terletak di antara sebagian besar Kabupaten Sukabumi, juga Kabupaten Bogor , dan
Kabupaten Lebak . Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 mdpl ini merupakan gunung tertinggi di provinsi Banten dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak. Nama Halimun berasal dari Bahasa Sunda yang berarti "kabut".

35. Gunung Ardillaya

Ketinggian : ...
Lokasi : Kampung Cibeunying / Cisadap Kabupaten Ciamis
Di Puncak Gunung Ardilaya ini terdapat banyak sekali Makam-makam Keramat yang masih menjadi Misteri tentang keberada'annya dan Siapa saja Sosok-sosok yang di Pendem di Makam-makam tersebut.

36. Gunung Sawal

Ketinggian : ...
Lokasi : Sadananya Ciamis

37. Gunung Bongkok

Ketinggian :
Lokasi : Kampung Cikandang Desa Sukamulya Kec. Tegalwaru
Tasik / Ciamis.
Gunung Bongkok menjadi salah satu destinasi menarik bagi wisatawan. Gunung yang tingginya kurang lebih 975 mdpl ini cocok untuk traveller pemula yang ingin mencoba naik Gunung. Lokasi Gunung Bongkok terletak di Kampung Cikandang Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru, lokasi ini mudah diakses oleh kendaraan.

Sejarah & Mitos Gunung Bongkok
Gunung Bongkok menyimpan banyak cerita rakyat dan sejarah pada masa kejayaan Hindu-Budha. Di puncak Gunung Bongkok terdapat jejak telapak kaki manusia, tepatnya di sebuah bongkahan batu yang besar.
Tetapi jejak lapak kaki kanan ksatria tersebut sekarang ini penuh dengan lumut karena jarang dijamah. Jika kamu beruntung kamu pasti bisa menemukan jejak kaki kstaria itu. Masyarakat menyebutnya sebagai tapak kaki Ki Jonggrang Kalapitung.

Konon, menurut cerita masyarakat sekitar, Ki Jonggrang Kalapitung ini mempunyai kesaktian untuk meloncati gunung demi gunung, termasuk diantaranya Gunung Bongkok.
Adanya telapak kaki Ki Jonggrang Kalapitung katanya itu dulu tempat nongkrongnya Ki Jongkrang ketika sedang memancing di Waduk Jatiluhur.

Berlangganan Postingan Terbaru GeegleHayoO Gratis!

Tidak Ada Perbincangan Ke "37 Gunung Terkenal yang Ada di Provinsi Jawa Barat"

Bagaimana dengan Artikel ini?
Silahkan Berkomentar jika :
1. Ada Pertanyaan
2. Ketidak Pahaman
3. Artikel Salah
4. Beri Masukan
5. Mengucapkan Terima Kasih!

Awas Komentar Jahat / Spam akan kami Ledek sebagai Orang Gila
((
___; )
(6